PERMOHONAN
PENDANAAN ( INVESTASI )
Dari
CV.............................
...............................
Jln.
Raya no. 7 Jatiroto
Lumajang
– Jawa Timur
Kode
Pos 67355
Phone 0334 - 321168
Fax 0334 – 322168
HP 0811358644
Kata Pengantar
Mengantisipasi adanya krisis energy,
khususnya BBM ( Bahan Bakar Minyak ). Perlu dilakukan diverifikasi energi.
Salah satunya adalah penggunaan energy dari BIO MASA. Dalam hal ini adalah
Limbah Kayu ( WOOD WASTE ) yang di cacah atau di proses dengan alat pencacah (
WOOD CHIPPER ), yang mana Limbah Kayu dapat berupa Akar, Ranting, Limbah dari
Industri Kayu ( WOOD WORKING ) menjadi potongan cacahan supaya layak menjadi
Bahan Bakar Alternatif pada boiler suatu Industri. Utamanya Pabrik Gula yang
ada di wilayah Jawa Timur.
Pabrik Gula yang ada di Jawa Bahan Baku
utamanya adalah tebu. Dimana tebu di giling menghasilkan NIRA dan Ampas, dengan
Total Moisture ( TM ) berkisar 48 – 50 %, yang mana ampas tersebut di bakar pada Boiler sebagai
Bahan Bakarnya. Namun sejak awal tahun 2000 sampai saat ini dengan adanya
perubahan cuaca dan juga perubahan jenis bibit tanaman tebu yang memacu pada Rendemen
Kristal Gula. Ampas yang dihasilkan tidak lagi mencakupi sebagai bahan
bakarnya, sehingga Banyak sekali membutuhkan suplesi bahan bakar alternatif
lainnya. Seperti yang pernah kami coba dan lakukan sebelumnya. Yaitu mulai dari
Daduk ( Daun Tebu ) yang dicacah, sekam padi, Batang jagung dan
lainnya sampai akhirnya menggunakan cacahan kayu. Yang mana Banyak tersedia
limbah kayu di wilayah kami yaitu kabupaten. Lumajang, Jember
dan Probolinggo.
Dalam
operasionalnya, Pabrik Gula beroprasi selama ± 180 hari,
yaitu pada waktu kemarau, karena pada saat itu tanaman tebu mencapai Rendemen
puncak. Sedang pada waktu penghujan yaitu ± 180 hari yang lain di pergunakan
untuk perbaikan.
Untuk
itu kami sangat membutuhkan PENDANAAN ( INVESTASI ) untuk menampung Limbah Kayu
pada saat Pabrik Gula tidak beroperasi.
Demikian
yang kami sampaikan ini, dan kami sangat berharap atas kerja samanya. Dan
kepada semua pihak yang membantu, kami sampaikan
terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Kebutuhan akan Bahan Bakar Alternatif pada Pabrik Gula yang ada di Jawa
semakin meningkat. Dimana seandainya ampas tebu tersebut tidak di manfaatkan untuk pembakaran suatu boiler
di Pabrik Gula, maka pihak PT Kertas Leces sangat membutuhkan sebagai Bahan
Baku Pulp Kertas yang nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi di banding Bahan
Bakar Alternatif berupa cacahan kayu.
Untuk Pabrik Gula Djatiroto saja, dengan kapasitas Giling 6000 TCD. Menghasilkan ampas 1.260 ton / per hari, dan itu habis di bakar dan masih
membutuhkan suplesi sekitas 400 Ton / per hari. Belum Pabrik Gula lainnya yang
ada di Jawa Timur, yang
kurang lebih 35 Pabrik Gula.
Dengan
Banyaknya jumlah kebutuhan akan Bahan Bakar Alternatif, pada waktu musim giling
(± 180 Hari), di dukung dengan ketersediaan limbah kayu Industri yang
beroperasi sepanjang tahun maka proses pencacahan kayu sebagai Bahan Bakar
Alternatif sangat membutuhkan Tempat pengggudangan penambahan mesin giling, dan pendanaan opersional, sebagai persediaan stok untuk kebutuhan Giling di Pabrik Gula.
Untuk kebutuhan Bahan Bakar Alternatif
dalam musim giling tidak ada batasan jumlah, karena kebutuhannya sangat besar. Juga di dukung tempat
kami yaitu di kabupaten Lumajang yang bisa menjangkau kirimannya ke Pabrik Gula
lainnya seperti, PG. Djatiroto, PG. Semboro, PG.
Wonolangan, PG. Gending, PG. Pajarakan, PG. Kedawung,
PG. Asembagus , dan Lainnya di Wilayah
Jawa Timur yang jarak kirimnya sekitar paling jauh 150 Km
1.2.Tujuan
dan Manfaat
Ø Tujuan yang ingin di capai adalah
-
Mengurangi konsumsi BBM khususnya Minyak Bakar ( MFO ).
-
Menjadikan Limbah Kayu Lebih berguna sebagai Bahan Bakar
Alternatif.
-
Menampung sepanjang tahun hasil limbah dari suatu
Industri Kayu (WOOD WORKING)
-
Meningkatkan nilai jual dari limbah
menjadi Bahan Bakar Alternatif.
Ø Manfaat
-
Pemanfaatan limbah yang berasal dari kebun seperti akar,
ranting, kulitan kayu.
-
Penghemataan BBM MFO dari sejumlah kalori yang di bakar
pada Boiler.
-
Terciptanya lapangan
kerja Baru bagi masyarakat sekitar mulai dari tenaga pengumpul, transportasi
angkutan dan tenaga penggiling.
BAB II
Cacahan Limbah Kayu
( WOOD WASTE )
Sebagai Campuran
Bahan Bakar Boiler
2.1.Pengelolaan
Cacahan Limbah Kayu
2.1.1. Pengadaan Limbah
Kayu
Di Jawa Timur terdapat 838 Industri kayu Primer yang terdiri atas
perusahaan penggergaji dan pengelolaan kayu Industri kayu lapis ( FJB ) yang
mengolah Bahan Baku. Kayu Industri menjadi papan tersambung untuk pallet dan
floring.
Persediaan hutan tanaman Industri Rakyat maupun tanaman Perkebunan Khususnya
PT. Perkebunan Nusantara XII ( Persero )
yang ada di Jawa Timur banyak membudidayakan tanaman Sengon Albasia. Yang
usianya 5-7 tahun. Sudah mencapai diameter 25-30 cm.
Untuk
jenis kayu sengon albasia saja potensi yang ada di Jawa Timur kurang lebih
500.000m3 Per Tahun ( Menurut data dari dinas Perkebunan). Dengan
Potensi tersebut 25%nya Berupa kayu limbah yang ada pada suatu Industri kayu
sedangkan 20 % limbah lainnya ada di kebun Berupa akar. Jadi Potensi limbah
yang ada ± 45% x 500.000 m3 = 225.000 m3/ Pertahun atau
setara dengan 56.250 ton / tahun.
Khusus PT. Perkebunan Nusantara XII ( Persero ) dan Perkebunan Swasta
Lainnya (Aneka Tanaman) banyak tanaman berupa Karet, Pinus, Cacao ( Coklat ),
Kopi, Jeruk, dan Lainnya yang setiap tahunnya melakukan penebangan kayu untuk
peremajaan tanaman. Dalam hal ini potensi kayu limbah sangat besar.
2.1.2. Pencemaran Kayu
Pencacahan limbah kayu (WOOD WASTE) di lakukan dengan tujuan menghancurkan
kayu sedemikian rupa ( dengan di mensi ukuran ± 2 x 8 x 20 mm ) agar bisa di
hancurkan dengan conveyor dan masuk pada ruang Bakar Boiler sehingga
menghasilkan energi.
Mesin cacahan kayu ( WOOD CHIPPER ) dapat di beli melalui pabrikan atau pembuatan
sendiri ( Custom ) pada suatu Industri perakitan mesin. Yang di gerakkan oleh mesin Diesel 190 Ps.
2.1.3. Penyimpanan dan
Penggudangan
Sementara ini semenjak tahun 2005 kami tidak mempunyai tempat penyimpanan
dan penggudangan sarana tersebut sebenarnya sangat di butuhkan karena bisa
bekerja pada waktu luar musim giling. Sehingga hasil cacahan kayu selama ± 180 hari di cacah dan di
simpan dalam gudang yang beratap. Jadi cacahan kayu tidak membusuk ( Rusak )
terkena hujan. Dengan tidak memiliki gudang tersebut maka kami praktis pada luar musim giling juga menghentikan proses cacah kayu.
Yang mana potensi limbah
kayu sangat banyak. Karena suatu
industri kayu beroperasi sepanjang tahun.
Dengan
melakukan penggudangan yang baik maka cacahan kayu akan tambah kering dan harga
jualnya semakin baik. Karena kalori bakarnya juga tinggi.
2.2.Nilai
Jual Berdasarkan kalori
2.2.1. Nilai kalori
berbagai cacahan kayu pada beberapa kali penelitian di laboratorium berkisar
antara 4200 sampai 4720 k.cal/kg. Sedangkan BBM atau MFO nilai kalorinya
berkisar antara 6000 sampai 9000 k.cal/kg. Berarti nilai kalori cacahan kayu ± 50% dari BBM atau MFO.*
2.2.2. Nilai ekonomi
cacahan kayu dibanding BBM (MFO)
Nilai
ekonomis cacahan kayu dibanding BBM (MFO) pada kalori yang sama sebagai
berikut, pada tahun 2009.
Harga BBM ( MFO ) = Rp. 5.300,-/ Ltr
BJ MFO = 0,92
Harga per Kg = Rp 5.300 : 0,92 / Kg
=
Rp 5761 / Kg
|
URAIAN
|
BBM (MFO)
|
CACAHAN KAYU
|
|
Harga Per Kg
Nilai Kalori
Harga Per k.cal
Perbandingan
Nilai ekonomis
|
Rp. 5.761,-
9000 k.cal/kg
Rp 0.640
7,2
100 %
|
Rp 400,-
4500 k.cal/kg*
Rp 0.089,-
1
14 %
|
NILAI EKONOMIS PADA
KALORI YANG SAMA SEBESAR 14 %
Keterangan :
*) Hasil Uji Kalori dari Sucofindo ( Terlampir )
2.3.Dampak
Penggunaan Cacahan Limbah Kayu
2.3.1. Efek sinergis
penggunaan cacahan limbah kayu.
Efek sinergis penggunaan cacahan limbah kayu sebagai bahan bakar alternatif
pada boiler suatu industri utamanya Pabrik Gula di wilayah Jawa Timur, yang
mana penggunaanya bercampur dengan ampas tebu dari hasil proses gilingan tebu
akan sangat mengurangi penggunaan BBM (MFO).
Selama ini industri Pabrik Gula memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan bakar
utamanya, jika terjadi kekurangan ampas tebu maka alternatifnya adalah bahan
bakaar minyak (BBM/MFO). Melihat fenomena – fenomena harga BBM, ketersediaan
cadangan energi nasional serta kebijakan pemerintah tentang diverifikasi dan
efisiensi bahan bakar minyak, maka dengan ini kami mengadakan suatu terobosan
teknologi terbarukan dengan memanfaatkaan sumber daya yang ada dan murah yaitu
cacahan limbah kayu (WOOD WASTE).
Terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar seperti pemulung
kayu, transportasi, dll.
BAB III
PENDANAAN
(INVESTASI)
Ø
Modal Sendiri ( Berdasarkan Kepemilikan ( Terlampir ))
|
NO
|
Satuan
|
Uraian
|
Harga Satuan
|
Jumlah
|
|
1
|
29.860m2
|
Tanah Pekarangan
|
@ Rp 250.000,-/m2
|
Rp 7.465.000.000,-
|
|
2
|
1 Unit
|
Kantor Type 70
|
@ Rp
105.000.000,-
|
Rp 105.000.000,-
|
|
3
|
2 Unit
|
Rumah Karyawan
Type 45
|
@ Rp
45.000.000,-
|
Rp 90.000.000,-
|
|
4
|
1 Unit
|
Jembatan Timbang Kapasitas 60 Ton
|
@ Rp
125.000.000,-
|
Rp 125.000.000,-
|
|
5
|
2 Unit
|
WOOD CHIPPER (Mesin Giling Kayu)
|
@ Rp 250.000.000,-
|
Rp 500.000.000,-
|
|
6
|
1 Unit
|
Wheel Loader Komatsu WA 180 Thn. 2005
|
@ Rp
650.000.000,-
|
Rp 650.000.000,-
|
|
7
|
1 Unit
|
ISUZU Panter LS Thn.2007
|
@ Rp
190.000.000,-
|
Rp 190.000.000,-
|
|
8
|
1 Unit
|
ISUZU Panter Pick Up Thn. 2002
|
@ Rp
80.000.000,-
|
Rp 80.000.000,-
|
|
9
|
1 Unit
|
Truk Fuso Thn. 84
|
@ Rp
80.000.000,-
|
Rp 80.000.000,-
|
|
10
|
3 Unit
|
Truk Colt Diesel
Thn.1996, 1997, 1998
|
@ Rp
80.000.000,-
|
Rp 240.000.000,-
|
|
11
|
Modal KMK dari BRI cab. Lumajang
|
Rp 1.750.000.000,-
|
||
|
12
|
Modal
Sendiri
|
Rp 725.000.000,-
|
||
|
Jumlah
|
Rp
12.000.000.000,-
|
|||
BAB IV
Kebutuhan Tambahan Dana
|
Ø Kebutuhan
Tambahan Dana Invesatsi
|
||||
|
NO
|
Satuan
|
Uraian
|
Harga
Satuan
|
Jumlah
|
|
1
|
12.225
m3
|
Pengurukan
dan pengerasan Lahan = 24.450 m2 x 0,50 mtr
|
@ Rp 100.000,-
|
Rp 1.222.500.000,-
|
|
2
|
4.890
m3
|
Pengecoran
Rabat untuk Lantai =24.450 m2 x 0,2 mtr
|
@ Rp 650.000,-
|
Rp 3.178.500.000,-
|
|
3
|
800
m1
|
Pembuatan
Pagar Setinggi 3 mtr
|
@ Rp 1.006.250,-
|
Rp 805.000.000,-
|
|
4
|
600
m1
|
Pembuatan
saluran air
|
@ Rp 490.000,-
|
Rp 294.000.000,-
|
|
5
|
10.000
m2
|
Pembuatan
Atap Rangka Besi tinggi 6 mtr
|
@ Rp 750.000,-
|
Rp 7.500.000.000,-
|
|
6
|
4
unit
|
WOOD CHIPPER (Mesin Giling Kayu)
|
@ Rp 250.000.000,-
|
Rp 1.000.000.000,-
|
|
SUB
JUMLAH
|
Rp 14.000.000.000,-
|
|||
|
|
||||
|
Ø Kebutuhan
Tambahan Modal Kerja
|
||||
|
NO
|
Uraian
|
Jumlah
|
||
|
1
|
Untuk Pembelian Bahan Baku Kayu Selama
180 Hari
|
|
||
|
|
Pemasukan Per Hari 200 ton
|
|
||
|
|
Harga
Rp 200.000,- / ton
|
|
||
|
|
Produksi selama 180 hari x 200 ton x
Rp 200.000,-
|
Rp
7.200.000.000,-
|
||
|
2
|
Biaya Produksi Meliputi
|
|
||
|
|
Biaya Bahan Bakar
|
Rp 15.000,-/ton
|
|
|
|
|
Upah Giling
|
Rp 15.000,-/ton
|
|
|
|
|
Maintenance
|
Rp 10.000,-/ton
|
|
|
|
|
Biaya Karyawan dan Kantor
|
Rp 10.000,-/ton
|
|
|
|
|
|
Rp
50.000,-/ton
|
|
|
|
|
Produksi selama 180 hari x 200 ton x
Rp 50.000,-
|
Rp
1.800.000.000
|
||
|
SUB
JUMLAH
|
Rp
9.000.000.000
|
|||
|
JUMLAH KEBUTUHAN TAMBAHAN DANA
INVESTASI
|
Rp 23.000.000.000
|
|||
BAB V
Perkiraan Produksi Dan Rugi Laba
Ø Hasil Produksi
Cacahan
|
NO
|
Uraian
|
Jumlah
|
|
1
|
Produksi
Luar Masa Giling / stok Barang
180
hari x 200 ton
|
36.000
ton
|
|
2
|
Produksi
dalam masa giling
180
hari x 100 ton*
|
18.000
ton
|
|
JUMLAH PRODUKSI
|
54.000 ton
|
|
Ø Perhitungan
Rugi Laba Pertahun
|
NO
|
Uraian
|
DEBIT
|
KREDIT
|
|
1
|
Hasil
Produksi
54.000
ton x Rp 250.000,-
|
-
|
Rp
13.500.000.000,-
|
|
2
|
Biaya
Asuransi kebakaran
|
-
|
Rp 15.000.000,-
|
|
3
|
Kayu
FOT Truk
54.000
ton x Rp 320.000,-
|
Rp
17.280.000.000,-
|
-
|
|
4
|
Rugi
Laba
|
-
|
Rp 3.765.000.000,-
|
|
JUMLAH
|
Rp
17.280.000.000,-
|
Rp
17.280.000.000,-
|
|
Keterangan :
*) Dalam musim giling (pada musim
kemarau) seluruh pelaku usaha beraktifitas seperti pembakaran gamping, genting,
batu bata, dll. Sehingga perolehan kayu limbah menurun tinggal 50 %
Ø Kata
Pengantar
Ø BAB
I - Pendahuluan
Ø BAB
II - Cacahan Limbah Kayu ( Wood
Waste )
- Analisa Uji Kalori
Sucofindo
Ø BAB
III - Pendanaan ( Modal Sendiri )
- Copy Kepemilikan
Terlampir
Ø BAB
IV - Kebutuhan Tambahan Dana
- Dana Investasi
Gudang
- Modal Kerja
Ø BAB
V - Perkiraan Produksi dan Rugi Laba
- Foto Aktivitas
Cacahan Kayu
![]() |
![]() |
||||
![]() |
![]() |
||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
Ø Akte
Pendirian Perusahaan
Ø Akte
Perubahan Pendirian
Ø Tanda
Daftar Perusahaan ( TDP )
Ø Surat
Ijin Tempat Usaha ( SITU )
Ø Surat
Ijin Usaha Perdagangan ( SIUP )
Ø Surat
Ijin Usaha Jasa Konstruksi ( SIUJK )
Ø Nomor
Pokok Wajib Pajak ( NPWP )
Ø Pengusaha
Kena Pajak ( PKP )
Ø Keanggotaan
Kamar Dagang dan Industri ( KADIN )
Ø Gambar
Ukur Menurut Badan Pertanahan Nasional ( BPN )
Ø Gambar
Ukur Menurut GPS
Ø Gambar
Letak Situasi
Ø Foto
Copy Sertifikat dan Akta Jual Beli (Bukti Kepemilikan)
Ø Foto
Copy Factur Wheel Loader
Ø Foto
Copy BPKB
Ø Foto
Copy Sebagian Pengalaman Kerja Dengan :
-
PG. Gending
-
PG. Djatiroto
-
PG. Kanigoro
-
PG. Semboro
-
PG. Cinta Manis – Palembang
-
PT. Kertas Leces - Probolinggo
Ø Tabel Angsuran
Pinjaman
|
Akhir Tahun Ke
|
Pokok Pinjaman
|
Cicilan
Pokok Pinjaman
|
Bunga Pinjaman
|
Angsuran Per Tahun
|
Sisa Pokok Pinjaman
|
|
1
|
Rp 23.000.000.000,00
|
-
|
-
|
-
|
Rp 23.000.000.000,00
|
|
2
|
Rp 23.000.000.000,00
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 1.610.000.000,00
|
Rp 3.252.857.142,86
|
Rp 21.357.142.857,14
|
|
3
|
Rp 21.357.142.857,14
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 1.495.000.000,00
|
Rp 3.137.857.142,86
|
Rp 19.714.285.714,29
|
|
4
|
Rp 19.714.285.714,29
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 1.380.000.000,00
|
Rp 3.022.857.142,86
|
Rp 18.071.428.571,43
|
|
5
|
Rp 18.071.428.571,43
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 1.265.000.000,00
|
Rp 2.907.857.142,86
|
Rp 16.428.571.428,57
|
|
6
|
Rp 16.428.571.428,57
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 1.150.000.000,00
|
Rp 2.792.857.142,86
|
Rp 14.785.714.285,71
|
|
7
|
Rp 14.785.714.285,71
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 1.035.000.000,00
|
Rp 2.677.857.142,86
|
Rp 13.142.857.142,86
|
|
8
|
Rp 13.142.857.142,86
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 920.000.000,00
|
Rp 2.562.857.142,86
|
Rp 11.500.000.000,00
|
|
9
|
Rp 11.500.000.000,00
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 805.000.000,00
|
Rp 2.447.857.142,86
|
Rp 9.857.142.857,14
|
|
10
|
Rp 9.857.142.857,14
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 690.000.000,00
|
Rp 2.332.857.142,86
|
Rp 8.214.285.714,29
|
|
11
|
Rp 8.214.285.714,29
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 575.000.000,00
|
Rp 2.217.857.142,86
|
Rp 6.571.428.571,43
|
|
12
|
Rp 6.571.428.571,43
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 460.000.000,00
|
Rp 2.102.857.142,86
|
Rp 4.928.571.428,57
|
|
13
|
Rp 4.928.571.428,57
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 345.000.000,00
|
Rp 1.987.857.142,86
|
Rp 3.285.714.285,71
|
|
14
|
Rp 3.285.714.285,71
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 230.000.000,00
|
Rp 1.872.857.142,86
|
Rp 1.642.857.142,86
|
|
15
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 1.642.857.142,86
|
Rp 115.000.000,00
|
Rp 1.757.857.142,86
|
Rp 0,00
|
|
Rp 23.000.000.000,00
|
Rp 12.075.000.000,00
|
Rp 35.075.000.000,00
|
|






Tidak ada komentar:
Posting Komentar